Postingan

Di Balik alasan "cuma teman"

Gambar
  Di Balik Alasan "Cuma Teman" Setiap pagi, Arga berangkat bekerja seperti biasa. Sebelum keluar rumah, ia mencium kening istrinya, Sinta, lalu mengusap kepala anak semata wayang mereka yang masih tertidur. Tak lupa ia berkata, "Doakan ayah, ya." Kalimat yang sama. Senyum yang sama. Kebiasaan yang sama. Tidak ada yang berubah... setidaknya begitulah yang terlihat. Semuanya bermula ketika Arga berkenalan dengan seorang wanita melalui media sosial. Awalnya hanya saling membalas cerita, lalu berlanjut menjadi percakapan yang semakin sering. Mereka membahas pekerjaan, kehidupan, hingga hal-hal pribadi yang seharusnya menjadi ruang antara suami dan istri. Saat wanita itu mulai memanggilnya dengan sebutan yang lebih akrab, Arga tidak menolak. Ia justru menikmati perhatian yang datang tanpa tuntutan. Ia mulai mencari alasan untuk membuka ponsel setiap beberapa menit. Pesan dari wanita itu selalu berhasil membuatnya tersenyum, sementara di rumah ia mulai lebih banyak...

Tamparan yang tidak meninggalkan luka

Gambar
 Tamparan yang Tidak Meninggalkan Luka Oleh: Bunda Ria Ada satu tamparan yang tidak membuat pipi memerah. Tidak meninggalkan bekas di kulit, tetapi mampu mengguncang hati yang paling dalam. Tamparan itu adalah saat seseorang berani bercermin pada dirinya sendiri. Sering kali kita mengeluh hidup terasa berat. Rezeki terasa sempit, hati dipenuhi kegelisahan, rumah tangga penuh ujian, pekerjaan melelahkan, dan doa-doa seolah belum menemukan jawaban. Kita bertanya kepada Allah mengapa hidup terasa begitu sulit. Namun pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, sudahkah kita memenuhi panggilan-Nya sebelum meminta agar Dia memenuhi semua keinginan kita? Kita ingin hidup bahagia, tetapi shalat sering menjadi urusan terakhir. Kita ingin doa cepat dikabulkan, tetapi ketika azan berkumandang, justru kesibukan dunia yang lebih kita dahulukan. Permintaan kita tidak pernah habis, tetapi sujud kita begitu singkat. Bibir begitu pandai meminta, sementara kaki terasa berat melangkah menuju sajadah...

Saat bercanda mulai menyakiti

Gambar
 Saat Bercanda Mulai Menyakiti Di sekolah, bercanda itu hal yang sangat biasa. Hampir setiap hari pasti ada saja teman yang membuat kelas jadi ramai. Ada yang suka melucu. Ada yang suka menggoda teman. Ada juga yang sering membuat suasana tegang jadi cair karena ucapannya lucu. Bercanda sebenarnya bukan hal buruk. Justru, bercanda bisa membuat hubungan pertemanan j di lebih dekat. Teman yang awalnya tidak terlalu akrab bisa mulai nyaman karena sering tertawa bersama. Suasana kelas juga jadi tidak terlalu kaku. Belajar pun bisa terasa lebih menyenangkan. Namun, masalah mulai muncul ketika candaan tidak lagi membuat semua orang tertawa. Ada candaan yang hanya lucu bagi orang yang mengucapkannya. Ada candaan yang membuat teman lain merasa malu. Ada juga candaan yang terdengar ringan, tetapi sebenarnya menyakitkan bagi orang yang menjadi bahan lelucon. Misalnya, mengejek bentuk tubuh teman. Mengomentari warna kulit. Meniru cara bicara seseorang. Memanggil teman dengan julukan yang ia t...

Generasi Z di Persimpangan Akhlak Era Digital

Gambar
  Generasi Z di Persimpangan Akhlak Era Digital Di era serba digital seperti sekarang, kehidupan anak muda tidak bisa dilepaskan dari internet, media sosial, dan teknologi. Hampir semua aktivitas dilakukan melalui layar ponsel, mulai dari belajar, mencari hiburan, berkomunikasi, hingga mengekspresikan diri. Kondisi ini melahirkan sebuah kelompok yang dikenal sebagai , yaitu generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi modern. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang kreatif, cepat belajar, dan sangat adaptif terhadap perubahan zaman. Mereka mampu mengakses informasi dalam hitungan detik dan memiliki peluang besar untuk berkembang di berbagai bidang. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul tantangan lain yang tidak kalah penting, yaitu menjaga akhlak dan nilai moral di tengah derasnya arus digital. Media sosial menjadi bagian yang sangat dekat dengan kehidupan Generasi Z. Platform seperti video pendek, game online, hingga berbagai aplikasi percakapan membuat interaksi me...
Gambar
Judul: Resume KBMN – Publikasi dan Legalitas Karya Tulis Resume ke: 14 Hari/Tanggal: Rabu, 20 Mei 2026 Narasumber: Eka Yulia, M.Pd. Moderator: Arofiah Afifi, S.Pd. Malam ini, kelas KBMN kembali menghadirkan materi yang sangat membuka wawasan para penulis, khususnya tentang publikasi dan legalitas karya tulis . Materi ini menyadarkan kami bahwa perjalanan menulis tidak berhenti setelah sebuah tulisan selesai dibuat. Justru, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana karya tersebut dipublikasikan dan mendapatkan perlindungan hukum yang layak. Narasumber menjelaskan bahwa sebuah tulisan akan lebih bermakna ketika dipublikasikan dan bisa dinikmati banyak orang. Ada banyak media yang dapat digunakan untuk mempublikasikan karya, mulai dari buku, blog pribadi, media massa, jurnal, hingga berbagai platform digital yang kini semakin mudah diakses. Di era digital seperti sekarang, peluang seorang penulis untuk dikenal terbuka sangat luas. Selain membahas publikasi, materi m...

Ayah Terlibat, Anak Lebih Hebat

Gambar
  Ayah Terlibat, Anak Lebih Hebat Di balik anak yang tumbuh dengan percaya diri, berani mencoba hal baru, dan memiliki hati yang hangat, sering kali ada sosok ayah yang hadir di dalam hidupnya. Bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan perhatian, waktu, dukungan, dan kasih sayang. Sayangnya, di tengah kesibukan mencari nafkah dan tuntutan hidup yang semakin berat, banyak ayah tanpa sadar kehilangan momen-momen penting bersama anak. Padahal, keterlibatan seorang ayah memiliki pengaruh yang luar biasa dalam membentuk masa depan anak. Selama ini masih banyak orang yang berpikir bahwa tugas ayah hanyalah bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan urusan mendidik anak dianggap sepenuhnya tugas ibu. Padahal, anak membutuhkan keduanya. Ibu memberikan kelembutan dan kasih sayang, sementara ayah memberikan rasa aman, dukungan, dan keteladanan hidup. Ketika ayah dan ibu berjalan bersama dalam mendidik anak, maka anak akan tumbuh lebih kuat secara mental maupun emosiona...
Gambar
  Meningkatkan Kualitas Tulisan Melalui Proofreading Jum'at, 15 Mei 2026, pertemuan ke 12 Kelas Belajar Menulis Nusantara Gelombang ke 34 Nara Sumber : Susanto, S.Pd Moderator  : Lely Suryani, S.Pd.SD. Materi : Proofreading Sebelum Menerbit Tulisan Menulis bukan hanya tentang menuangkan ide dan gagasan ke dalam bentuk tulisan, tetapi juga memastikan tulisan tersebut nyaman dibaca, mudah dipahami, dan minim kesalahan. Sebab tulisan yang baik bukan hanya menarik dari segi isi, tetapi juga rapi, jelas, dan memiliki alur yang enak dibaca. Hal inilah yang menjadi pembahasan menarik dalam Pertemuan ke-12 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang ke-34 yang dilaksanakan pada Jum’at, 15 Mei 2026. Seperti biasa, suasana hangat dan penuh semangat terasa dalam kegiatan KBMN malam itu. Pertemuan dipandu oleh Bunda Lely Suryani, S.Pd.SD. sebagai moderator dengan narasumber Bapak Susanto, S.Pd. atau yang akrab disapa Pak De Sus. Beliau merupakan alumni KBMN Gelombang ke-15 yang kini ...